Mungkin Agar Kami Ingat…

Sejenak aku terhenti dari tangisanku yang ku pikir itu tidak penting. Aku terganggu denganPicture1 suara ramai di depan rumahku. Tak seperti biasa, suara lantunan ayat suci yang biasa ku dengar dari masjid samping rumahku berganti dengan suara gemuruh ketakutan. Aku berlari menuju halaman rumah. Ku lihat puluhan motor dan sepeda berhenti tak beraturan tepat di depan rumahku. Aku bingung, betapa banyak orang, beberapa ada yang berbaju taqwa, baju khas buruh, pedagang, anak-anak dengan baju lengkap seragam sekolah, dan beraneka ragam pakaian mereka berkumpul tak beraturan. Kulihat di sudut kebunku yang berjarak 60 meter tampak kepulan asap hitam membumbung. Langit tampak gelap. Seketika aku panik, ku lihat keluarga serta semua tetanggaku berhamburan keluar rumah. Semua warga panik, beberapa tampak mengevakuasi barang-barang dari rumahnya. Di sudut sana, rumah kakakku tepat disamping kepulan asap dan api yang membara. Tapi kakakku yang ke-3 ini tak berada di rumahnya.

“Mas, mas, ini gimana? Pemadam, pemadam kebakaran sudah dihubungi?”, ujarku kepada kakakku yang lain, panik. Baca lebih lanjut

Untuk ia… yang selalu ku rindukan

#Sungguh, aku mencintaimu karna Allah..1111


Maka inginku,

aku menjadi lebih baik, karna sebabmu ku ingin mendapat sinaran kebaikan…

Kau bukan aku. Kau bukan pula diriku.

Tapi, kau adalah cermin bagiku.

#aku ingin menjadi beruntung karnamu, dan begitu pula dirimu….

Bahagiamu adalah bahagiaku,

dan harapku begitu pula dirimu Baca lebih lanjut

Ukhty, Jagalah iffah dan Izzahmu… Jangan Perlihatkan fotomu di facebook….

ImageUntuk mu, saudaraku s muslimah

Ukhty, kita adalah seorang muslimah yang seharusnya mampu menjaga kemuliaan dan kehormatan diri. Ukhty, taukah engkau? Betapa ku merasa tertampar, saat seorang mengingatkanku bahwa tak sepatutnya kita dengan leluasa memajang foto-foto kita di facebook.

Ukhty, permasalahannya, bukan haram tidaknya foto makhluk bernyawa yang masih menjadi perselisihan di antara ulama, tapi permasalahannya adalah kemuliaan kita, ke-izzah-an kita. Tidakkah kita malu saat kita dengan leluasa menampakkkan wajah kita dengan memajang foto-foto di facebook, yang dengan itu dengan leluasa setiap orang memandang. Dimanakah malu yang selalu menjadi pakaian kita, apakah kita lupa bagaimana seharusnya saat kita harus menundukkan pandangan ketika berada dihadapan seorang lelaki ajnabi, seorang yang bukan mahrom kita. Mungkin kita lupa, bahwa Islam telah mmuliakan kita dengan hijab. Apa mungkin kita lupa, atau tidak tau bagamanakah hijab itu?. Baca lebih lanjut

Yang Lebih dari sekedar Kehilangan HP…. :D

Saat itu, sore hari pukul 18.00 WIB aku hampir sampai di rumah setelah seharian beraktivitas di kampus. SaatFoto1016 hampir sampai rumah, aku mendengar ada sesuatu yang jatuh. Aku kira itu hanya batu yang terlindas motor yang ku kendarai. Tapi, ketakutan akan kehilangan handphone kesayangan membuatku buru-buru membuka tas dan menggeledah semua isi tas saat baru sampai rumah. Ternyata benar, handponeku tidak ada. Sesaat, aku berlari menuju jalan yang tadi ku lalui. Aku bingung, betapa rasa kehilanganku waktu itu. Padahal Baca lebih lanjut

Untukmu, Saudaraku Aktivis Muslim

Saudaraku, barangkali selama ini kita sering mengeluh dengan sukarnya perjalanan di jalanImage dakwah ini , marilah kita sama-sama mulai menilik kembali. Apakah tujuan kita di jalan ini. yah, jalan ini memang panjang. Penuh jalan berliku. Tak mudah tuk dilalui. Hanya orang-orang yang siap memegang bara-lah yang akan mampu memikulnya. Jika kita tak mampu, maka Allah-pun sesungguhnya telah menyiapkan generasi-generasi lain yang siap berjihad dijalan dakwah ini.

 “ …… Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.” (Q.S. Muhammad : 38) Baca lebih lanjut

Iffah dan Izzah ‘Akhwat’-ku..

’’ Janganlah memupuk bunga-bunga yang engkau tidak mau ia terus tumbuhbitter_hope_by_midho

Janganlah pernah pula memeliharanya jika engkau tidak mau memetiknya’

 

Subhanallah, betapa bahagianya ketika mereka dapat tersenyum kepadaku atas pilihan jalan hidupku.  Ketika apa yang menjadi keinginanku, untuk tunduk dan patuh kepada ilahy robby menjadi suatu hal yang biasa dan dapat diterima. Aku ingin mendapatkan kelezatan iman. Aku ingin menjadi seorang muslimah. Seorang muslimah sejati, yang dapat menjaga iffah dan izzah diri. Tahu syariat dan menjalankannya dengan keyakinan tuk mengharap ridlo-Nya.

            Aku  tak mau disebut karena siapa aku kini berubah. Berubah, bukanlah karena seorang dia yang selalu berusaha untuk selalu kaffah di jalan-Nya. Dia yang selalu tegas dengan dirinya sendiri. Dia yang selalu tidak peduli terhadap apa yang akan terjadi pada diri sendiri.  Bukan pula karena dia yang selalu yakin bahwa ada Allah yang akan senantiasa menolongnya. Yang yakin dengan janji-Nya “Barang siapa menolong agama Allah, maka Allah akan menolong-nya.”. Baca lebih lanjut