Ya Allah kekalkanlah persaudaraan ini…

Saat itu bulan Agustus 2012, aku mengikuti sebuah kepanitian ramadlan di kampusku. Kepanitian yang diadakan oleh rohis universitas ini, memang dibuka untuk semua jurusan. Awalnya aku ragu, karena teman-temanku tidak ada yang mendaftar, mereka pulang kampung dan mengagendakan untuk memaksimalkan birrul walidain di rumah. Sedangkan aku, aku meman5g penduduk asli di kota ini. Rumahku hanya setengah perjalanan dari kos ke rumahku. Sehingga  aku lebih memilih untuk mengikuti kepanitiaan ini, dengan harapan lebih bermanfaat untuk orang lain.

Semester ini, aku baru tingkat 1. Dari mahasiswa tingkat 1, sepertinya hanya aku yang mendaftar. Tapi dengan tekad yang bulat, aku harus berani dengan hal-hal baru. Waktu itu aku memilih untuk masuk tim kajian, karena aku pikir tim kajian merupakan syiar agama Islam yang benar-benar nyata dari segi teknis dan tujuannya.

First meet semua panitia, aku tidak datang karena aku memang sudah ada agenda lain. Hal inilah yang menyebabkan aku bingung karena semakin tidak tau siapa saja panitianya. Di hari selanjutnya, aku datang untuk second meet semua panitia. Itupun tidak semua panitia hadir. Awal pertama datang, semua panitia asing. Aku sama sekali tidak mengenal mereka. Aku kira mereka semua memang anggota dari rohis universitas, karena aku lihat mereka semua sudah syar’i dari segi dhohirnya. Aku mencoba untuk berkenalan dengan mereka, ternyata salah satu dari mereka ada yang satu tim kajian denganku, sebut saja ihda. Ia ternyata juga satu angkatan denganku. Alhamdulillah, sudah menemukan satu teman tim kajian dan tidak jadi paling kecil di sini.

Hari selanjutnya, syuro’ khusus tim kajian. Saat itu, aku tidak bisa datang. Waktu itu, ihda menghubungiku berkali-kali tapi karena aku memang tidak bisa datang, jadi aku tetap tidak datang. Tidak ku sangka, ternyata akhwat yang bisa datang hanya Ihda waktu itu. Dan baru ku ketahui, ternyata panitia ikhwan hanya 2 orang. Tidak bisa ku bayangkan bagaimana Ihda syuro’ dengan dua ikhwan itu yang keduanya sama-sama 2 tahun di atas kami.

Karena panitia tim kajian hanya sedikit, ketua tim kajian benar-benar memintaku untuk mengagendakan syuro’. Karena teringat dengan cerita ukhti Ihda, aku mengajak temanku lain untuk ikut syuro’. Ternyata benar, yang datang memang hanya 2 panitia ikhwan. Alhamdulillah, untung aku bersama dengan temanku, walaupun saat itu teman yang aku ajak yang masih biasa dari segi pemahaman ilmu dien. Dan temanku saat itu, banyak kaget dengan aturan-aturan yang ada dalam syuro’, ya semoga dengan kekagetannya waktu itu membuatnya penasaran dan ingin tau.

Aku tidak menyangka, ternyata aku diamanahi sebagai PJ akhwat untuk kajian Ifthar. Subhanallah, kami yang ternyata hanya 5 orang yaitu 3 akhwat dan 2 ikhwan harus berusaha keras untuk melaksanakan amanah ini. Sedangkan aku, yang diamanahkan untuk menjadi PJ benar-benar merasa berterimakasih atas kerjasama teman-teman ku, walaupun kami berjumlah hanya sedikit dengan peserta hampir 200 orang tiap hari tapi semangat teman-teman menjadikanku lebih yakin dan bersemangat bahwa kami bisa melakukan semua ini.

Lia, dialah salah satu dari anggota tim kajian itu. Tidak ku sangka ternyata dia adalah teman halaqohku saat awal-awal masuk kuliah dulu. Kami tidak kenal karena memang kami belum pernah bertemu dalam satu majlis. Subhanallah, di sinilah kami dipertemukan. Semoga pertemuan ini menjadikan ikatan ukhuwah yang dulu belum sempat terjalin, menjadikan akar baru yang akan mengikat kuat ukhuwah kami selanjutnya.

Ihda dan Lia, mereka berdualah yang selalu memberi semangat untukku. Bersama mereka aku merasakan ikatan ukhuwah. Bagaimana tidak, kami hampir setiap hari bertemu. Bersama bahu-membahu. Di sini, kami bersama-sama saling berbagi. Berbagi tentang kisah-kisah kami di kampus masing-masing. Aku kagum dengan mereka yang selalu berbicara tentang dakwah, dari merekalah aku instrospeksi dan belajar banyak. Kadangkala kami juga merasa bingung membagi tugas, perasaan ingin segera pulang bertemu keluarga tercinta, atau kadang-kadang perasaan jenuh datang menghampiri. Itu semua menjadi ‘percikan warna-warna’ yang menghiasi rutinitas kami di 30 hari ini. Itu semua ternyata tidak aku rasakan lebih lama lagi, karena mereka berdua pun juga harus pulang ke kampung halaman mereka.

Sore ini, Aku duduk mentadabburi ayat-ayat ilahi. Sendiri disertai desiran angin lembut di serambi masjid kampus. Saat itulah aku teringat saat-saat itu. Aku merindukan saat-saat kami menunggu datangnya peserta, saat-saat kami bahagia melihat peserta bersemangat dalam  bermajelis ilmu, merindukan saat-saat indah kami bertiga duduk di serambi masjid berbuka puasa bersama sambil membicarakan acara kita hari ini, serta bagaimana acara untuk hari berikutnya. Aku merindukan saat-saat kami ber-fastabiqul khoirot saling semangat-menyemangati untuk amaliyah di bulan ramadhan,  juga saat-saat bertukar senang sedih bersama; saat aku kehilangan helm kesayangan, saat salah satu diantara kami menghadapi perjuangan yang tak membawa hasil yang diharapkan, serta saat-saat saling menguatkan. Aku merindukan saat kami saling berbagi tentang amanah-amanah yang diemban. Aku merindukan saat-saat kami berbagi kisah perjuangan sebagai seorang ‘ghuroba’. Sungguh Aku bersyukur kepada Allah dipertemukan dengan mereka.

Kini, ramadhan telah usai. Ukhuwah yang telah tersemai itu, masih terhujam kuat dalam sanubari. Kami masih saling berbagi dalam menjalani amanah kami masing-masing. Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru dakwah di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, dan matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Ammin.

Ana ukhibbukum ya ikhwaty… Ana ukhibbukum fillah… ya Allah, kekalkanlah persaudaraan ini…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s