Cinta Allah, Say NO to Valentine’s Day


Hmm…Sobat muslim, kita memasuki bulan februari. Pasti yang ada dalam benak kita adalah tanggal 14 Februari. Yupp… 14 Februari pasti tidak asing bagi kita. Dunia remaja baik di belahan Barat maupun Timur, akan disemarakkan dengan “ritual tahunan” bernama hari kasih sayang atau bahasa kerennya Valentine’s Day. Valentine’s day ini selalu dijadikan momen untuk “kebebasan berekspresi dalam cinta”. Beragam cara perayaan hari kasih sayang inipun dilakoni mereka, mulai dari ritual menghadiahkan coklat hingga ritual kencan “lepas bujang-lepas gadis” di malam Valentine’s day. Naudzubillah mindzalik…. Nah, Sebagai seorang muslim yang cinta kepada Allah, bagaimana kita menyikapinya????

  1. 1.        Tidak latah  ikut-ikutan merayakan Valentine’s day

Bagaimana sebenarnya budaya valentine’s day berawal???. Banyak yang menyebutkan bahwa titik awal dari valentine day berasal dari era yunani kuno, dimana menurut kalender yunani kuno tersebut pada pertengahan bulan februari adalah penghormatan terhadap pernikahan dewa mereka, “dewa Zeus dengan hera”. Itulah mengapa dipertengahan Februari selalu dilakukan pesta pora memeriahkan kasih sayang para dewa mereka.

Sebagai seorang muslim, kita tidak boleh melakukan tradisi di luar tradisi agama kita. Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.”

(HR. Ahmad dalam musnadnya juz II hal. 50)

Dan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festival seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka.” (Lihat ‘Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, Syarah hadits no. 3512)

Jika masih merayakan Valentine’s day, maukah kita disebut sebagai golongan penyembah dewa???? Atau dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat??!!

  1. Tolak valentine’s dengan tegas.

Islam merupakan Agama yang memuat aturan yang sempurna. Islam mengajarkan kita untuk saling mengasihi dan menyayangi dimanapun dan kapanpun kita berada. Tentu saja dengan aturan yang jelas. Tanpa harus mengikuti aturan agama lain.

Seorang muslim setiap hari selalu bahagia. Karena bagi seorang muslim, setiap hari adalah hari kasih sayang. Islam telah mengajarkan untuk saling berkasih sayang,

.. dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”  Surat Ar-Rum (30) :21

Kasih sayang tidak perlu menunggu hari yang hanya setahun satu kali ini. Apalagi perayaan valentine’s day merupakan ajang maksiat. Perayaan yang identik dengan kegiatan hura-hura ini, tak sedikit remaja yang hilang akal atas nama kasih sayang.  Banyak remaja putri yang pada ‘hari kasih sayang’ rela menyerahkan kegadisannya pada sang kekasih.Tak sedikit pula, anak-anak muda merayakan hari valentine dengan menenggak minuman keras atau mengonsumsi narkoba. Sex bebas juga menjadi salah satu ‘menu’ dalam perayaan Valentine’s Day. So, Say no to Valentine’s day…..!!!!

 

  1. 3.  Saling Mengingatkan untuk tidak ikut merayakan Valentine’s day

Selain membentengi diri sendiri, kita juga harus mengingatkan saudara sesama muslim kita. Setiap diri kita mempunyai kewajiban untuk saling mengingatkan. Rosulullah SAW bersabda,

sesungguhnya agama itu nasihat , sesungguhnya agama itu nasihat , sesungguhnya agama itu nasihat“,  mereka (shahabat) bertanya siapa yang berhak nasihat ya Rosulalloh ? bersabda (Nabi) “Bagi Alloh dan bagi kitabnya Alloh, dan bagi utusannya dan bagi imamnya orang muslim dan bagi umumnya muslim

  1. 4.        Mendoakan Teman yang sulit dinasehati.

Apabila teman kita sulit untuk dinasehati, selanjutnya yang dapat kita lakukan adalah mendoakannya. Masalah hidayah adalah urusan Allah, kewajiban kita hanya menyampaikan dan saling mengingatkan.

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.(QS.Al-Qashash: 56)

  1. 5.        Tetap menghormati tanpa ucapan selamat

Islam mempunyai tata cara bagaimana kita menghormati tanpa harus mengorbankan akidah dan melupakan aturan Islam yang ada. Menghormati dengan tanpa mengucapkan ucapan selamat kepada teman-teman kita yang dalam agama mereka diperbolehkan untuk merayakan valentine’s day. Tidak boleh seorang muslim mengucapkan selamat kepada siapapun yang merayakan hari perayaan yang bukan berasal dari agama Islam.  karena mengucapkan selamat menunjukkan keridhaan dan persetujuan  terhadap hari raya jahiliah tersebut. Dan ini bertentangan dengan syariat nahi mungkar, dimana seorang muslim wajib membenci kemaksiatan.

So, Say NO to Valentine’s day….!!! Kepada Allah, buktikan cintamu…(sm^)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s