PARAGRAF

Paragraf adalah satuan bahasa tulis yang terdiri atas beberapa kalimat yang tersusun secara runtut, logis, dan dalam satu kesatuan ide yang lengkap

FUNGSI PARAGRAF

  1. Mengekspresikan gagasan secara tertulis yg tersusun secara logis dan runtut.
  2. Menandai peralihan gagasan baru
  3. Memudahkan pengorganisasian gagasan
  4. Memudahkan pengembangan topik.
  5. Memudahkan pengendalian variabel

MACAM-MACAM PARAGRAF

A. Berdasarkan letak kalimat utama

  1. Paragraf deduktif (terletak pada awal paragraf)
  2. Paragraf induktif (terletak pada akhir paragraf)
  3. Paragraf campuran (terletak pd awal dan akhir paragraf)
  4. Paragraf deskriptif (terletak ada keseluruhan paragraf)

Contoh:

  • Belakangan ini banyak ditemukan ayam mati mendadak. Sehubungan dengan hal itu, masyarakat banyak yang resah, gelisah, karena adanya isue penyakit flu burung

Anggi baru saja menggugat cerai suaminya, Tora Sudiro. Begitu juga Ratna yang menggugat cerai suaminya. Bahkan pengadilan mengabulkan semua permintaa Ratna. Selebriti lainnya, Oki, misalnya, juga meminta cerai dari suaminya, Pasha. Ketiga wanita tersebut, hanyalah beberapa contoh dari sekian selebriti yang menggugat cerai suaminya. Kemajuan zamankah? Atau justru keboborokan? Sebuah pertanyaan yang harus dijawab dengnan hati-hati dan bijak.

SYARAT PARAGRAF

  1. Kohesi/kesatuan pikiran (semua kalimat membahas satu gagasan utama)
  2. Koherensi (hubungan kalimat yg logis, kejelasan struktur dan makna paragraf)

                a) pengulangan kata kunci

                b) dijalin dengan kata ganti, pronominal

c) kata transisi (sebab-akibat: karena, akibatnya, maka, dampaknya, dll.; hasil, akibat: akibatnya, dampaknya, akhirnya, jadi, dll.; pertentangan : tetapi, namun, sebaliknya,dll; waktu: ketika; syarat: jika, apabila; penegasan: jadi, dengan demikian;gabungan : dan, serta; urutan: mula-mula, pertama, kedua,dll.)

                d) struktur yang paralel

3. Ketuntasan (kesemurnaan) dapat dilakukan dengan (a) klasifikasi objek secara lengkap dan menyeluruh dan (b) ketuntasan bahasan (pembahasan yg menyeluruh)

4. Konsistensi sudut pandang (aku, dia, karangan ilmiah : penulis)

5. Keruntutan –> dapat dilakukan dengan : (a) penalaran, (b) kejelasan gagasan, makna, dan struktur, (c) kt transisi yg tepat, (d) kt ganti yg tepat, (e) hubungan antargagasan, antarkata, antarkalimat yg tidak terputus

JENIS PARAGRAF

  1. Berdasarkan Isi

      (a) Narasi  (peristiwa/konsep yg dijalin secara kronologis dlm setting, waktu, dan pelaku. Misal: novel)

     (b) Deskripsi (menggambarkan/mendeskripsikan objek secara detail dan “hidup”

     (c)  Eksposisi (bertujuan menambah wawasan pembaca dengan angka, data, dll)

     (d) Argumentasi ( bertujuan memengaruhi/mengubah pendapat pembaca)

     (e) Persuasi (bertujuan agar pembaca melakukan tindakan)

2. Berdasarkan sudut pandang penalaran

  1. Paragraf induksi
  2. Paragraf deduksi
  3. Paragraf induksi-deduksi
  1. 4.    Berdasarkan tempat dan fungsinya

a)      Paragraf pengantar (menunjukkan pokok persoalan, menarik minat pembaca, menyampaikan ide sentral karangan)

b)      Dapat dengan: kutipan, anekdot,contoh/temuan awal, pernyataan yg tegas/tajam

c)       2.  Paragraf pengembang/isi ((a) menguraikan, mendeskripsikan, membandingkan, menghubungkan, menjelaskan, menerangkan, (b) menolak konsep, (c) mendukung konsep

d)      Paragraf peralihan (paragraf penghubung antara dua paragraf)

e)      Paragraf penutup (menyimpulkan, menegaskan)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s