Aku dan Dakwah

Aku hanyalah salah seorang hamba yang diciptakan oleh Allah di muka bumi. Satu makhluk di antara milyaran makhluk yang ada di jagat raya ini. Seorang hamba yang di beri kesempatan  hingga detik ini untuk merasakan nafas kehidupan. Apakah esensi dari kehidupanku hingga detik ini???

“Katakanlah -hai Muhammad-: Inilah jalanku, aku mengajak untuk -mentauhidkan- Allah di atas landasan bashirah/ilmu. Inilah jalanku dan jalan orang-orang yang mengikutiku. Maha suci Allah, aku bukan tergolong bersama golongan orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108)

Inilah sebuah esensi. Mendakwahkan tauhid di atas ilmu adalah Jalan yang ditempuh oleh para Rasul dan pengikutnya. Sehingga seorang pribadi muslim harus bersemangat dalam mempelajari akidah yang benar dan menyebarkannya(Dakwah).

Syaikh Dr. Muhammad Sa’id Ruslan hafizhahullah mengatakan, “Salah satu keistimewaan pengikut manhaj salaf adalah bersemangat dalam menyebarkan akidah yang benar dan ajaran agama yang lurus. Bersemangat dalam memberikan pengajaran dan kebaikan kepada umat manusia. Dan bersemangat dalam membantah orang-orang yang menyimpang dan ahli bid’ah.”

Suatu kemuliaan yang patut aku syukuri adalah “aku seorang muslim!”. Pribadi muslim yang menjadi dambaan qolbu ini senantiasa berputar-putar dalam bayangan. Menjadi muslim idaman dan ideal, ialah menjadi sebuah cita-cita.

Realitas terus berjalan, melintasi waktu dan melindas orang-orang yang hidup hanya ingin terus bermimpi dalam ‘tidur’nya. Hanya orang-orang yang berkomitmen tinggi, yang akan terus tegak di atas jalan dien ini.

 “Dan jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kalian) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kalian (ini)”. [ QS. Muhammad : 38 ].

Allah Ta’ala telah mengabarkan bahwa barang siapa yang memalingkan diri dan tidak mau memperjuangkan dan menolong din Allah Ta’ala dan syariatnya, sungguh akan digantikan dengan satu kaum yang lebih baik dari mereka. Mereka yang lebih komitment dengan dien ini, lebih lurus jalannya, dan lebih serius dalam menegakkan din ini.

Sungguh Allah tidak butuh ketaatan hamba-Nya. Manusia taat ataupun tidak sama sekali tidak akan mengurangi keagungan Allah. Kelak, akan ada pengganti-pengganti lain yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya. Sungguh, agama ini hanya akan tegak di atas pundak orang-orang yang memiliki azam yang kuat. Ia tidak akan tegak di atas pundak orang-orang yang lemah dan hanya suka berhura-hura.

Menjadi aktivis muslim adalah keniscayaan, dan Keistiqomahan untuk terus tegak di atas jalan dien ini tak semudah dalam bayangan. Tetapi, segala sesuatu tak lebih sulit dari sekedar rencana. (SM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s