Ketiban DureEEEEEEEnnnnnn!!!!!

durian

durian

Pagi ini aku dan kakak-kakak kosku jalan-jalan di sekitar tempat tinggal kami, yaitu di daerah Timoho, Bulusan, Tembalang. Suasana begitu indah, mentari pagi baru saja muncul untuk menyambut kami pagi ini. Kami semua bersiap-siap untuk mengadakan “Rihlah” atau jalan-jalan. Pukul 05.30 WIB kami semua sudah siap.

Kami mengawali Rihlah dari kos kami. Kami semua jalan kaki bersama-sama sambil menikmati pagi ini, menikmati indahnya ciptaan Allah. Bertasbih, Berdzikir menyebut asma-Nya. Di sepanjang jalan, tampak beraneka macam pohon dengan aneka buah-buahan segar, seperti rambutan dengan warna merahnya yang begitu menggoda, pohon mangga dengan buahnya yang baru memunculkan warna hijaunya, pohon nangka dengan kuning keemasan, dan satu lagi yaitu pohon durian dengan daya tarik sekaligus ‘kengeriannya’.

Hal yang paling berkesan dalam rihlah kali ini adalah, Saat kami melewati pohon durian. Pohon durian ini tinggi menjulang, dengan buahnya yang begitu banyak, bau harumnya begitu menggoda. Tapi, kami takut  kalau-kalau buah durian itu jatuh menimpa kami. Kalau orang jawa mengatakan kejatuhan atau ketiban duren itu artinya beruntung, yach bagi kami itu khurafat. Apalagi kalau yang dimaksud kejatuhan duren itu BENAR-BENAR jatuh menimpa kami, itu namanya bukan beruntung tapi SIAL!!!.

Saat kami melewati pohon durian itu, Kami berjalan dengan cepat sambil bercanda ria. Kami mengungkapkan pendapat kami masing-masing mengenai “kejatuhan duren”.

“ pagi-pagi jalan-jalan di bawah pohon duren. Kalau tiba-tiba jatuh. Hmmm……gimana ya,,,”

“Hmm,,,, kejatuhan durian atau ‘ketiban duren’ kalau orang jawa bilang, itu artinya keberuntungan. Tapi kalau tiba-tiba buah yang gede itu jatuh, kita beruntung bisa makan buah duren gratis. Hehe…”

Tiba-tiba……..

“Awassssssssssssssssss…………………………”

BugGGGGgggggggg,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!

Kami saling berlarian menyelamatka diri. Ya, buah durian yang kami bicarakan ternyata benar-benar jatuh. Alhamdulillah, aku tidak apa-apa. Tapi salah satu kakak kosku terkena buah durian yang menimpa kaki kanannya. Kami semua menghampiri kakak kosku tersebut. Kami semua sangat cemas.

Saat kami menolong kakak kosku yang terkena buah durian, seorang ibu lewat. Beliau mengambil buah durian yang jatuh tadi. Beliau menyerahkan buah duren itu pada kami. ternyata ibu itu adalah pemilik pohon durian itu, Kami yang awalnya cemas, kini kami semua tersenyum. Alhamdulillah, walaupun harus ‘memakan’ korban. hmmmm…. Lumayan makan durian gratisssss, ^-^hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s