Peran Pemuda Muslim untuk Kebangkitan Bangsa

 

Pemuda merupakan Pilar Kebangkitan.

Dalam setiap kebangkitan,Foto028

Pemuda adalah rahasia kekuatannya.

Dalam setiap fikrah,

Pemuda adalah Pengibar Panji-panjinya.

(HASAN AL-BANA)

Seorang pemuda harus berpikir panjang, bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penggerak dan pencetak peradaban. Kebangkitan suatu peradaban dimanapun dan kapanpun, tidak terlepas dari peran pemuda. Tidak dapat dipungkiri, dalam sejarah peradaban pemuda merupakan rahasia kebangkitan dan pengibar panji-panji kemenangan. Maka peradaban Indonesia akan bangkit dengan pemuda sebagai tonggak kebangkitannya.

Al-Qur’an menggambarkan sosok pemuda adalah sosok yang berada di antara dua kelemahan. Kelemahan yang pertama ketika masih kecil. Kemudian kelemahan yang kedua ketika sudah melewati fase mudanya yaitu fase tuanya. Pemuda digambarkan dalam Al-Quran menjadi sosok yang kuat di antara dua kelemahan.

“Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.” (QS. Ar Rum : 54)

Mahasiswa merupakan komunitas kecil dan elit. Ia terdiri dari pemuda yang beruntung untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Sebuah komunitas yang dipercaya oleh masyarakat untuk memegang kekuasaan negara yang memiliki daya gerak tinggi dengan kapasitas langka yakni kapasitas keilmuan, intelektualitas dan profesionalitas lebih dibanding komunitas lainnya. Setidaknya ada 3 peran yang harus dimiliki mahasiswa.

Pertama, mahasiswa memiliki peran sebagai intelektual akademisi. Seorang mahasiswa seharusnya tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual saja, tapi juga kecerdasan spiritual. Sebagaimana diketahui, Indonesia banyak memiliki orang-orang pintar tapi sedikit yang  pintar dan bermoral. Akibatnya kerusakan terjadi dimana-mana karena segala sesuatu tidak diseimbangkan antara fikiran rasional dan spiritual.

Kedua, mahasiswa berperan sebagai agent of change. Mahasiswa akan menjadi faktor perubahan di masa depan. Apa yang dilakukan mahasiswa saat ini akan menjadi cerminan bangsa di masa mendatang.

Ketiga, mahasiswa berperan sebagai calon pemimpin. Bangsa ini membutuhkan regenerasi, mengganti generasi terdahulu dengan generasi baru dengan semangat baru (arruhul jadiid). Disinilah mahasiswa disiapkan untuk menjadi pemimpin di masa depan. Mahasiswa harus siap untuk mengemban amanah sebagai calon pemimpin.

Allah telah memuliakan seorang muslim dengan iman, dan tumbuh dalam naungan agama-Nya. Dengan dien ini, Allah menetapkan derajat yang tinggi di dunia yakni amanah kepemimpinan atas sekalian alam.

“Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”.(Ali Imran:110)

“Dan demikian (pula) kami telah memilih kamu (ummat Islam), Umat yang adil dan pilihan …….” (Al-Baqoroh: 143)

Oleh karena itu yang pertama kali Allah serukan kepada pemuda Muslim adalah hendaklah meyakini eksistensi dan mengetahui posisi. Serta percaya bahwa seorang pemuda muslimlah sebagai pewaris kekuasaan dunia. Pemuda Muslim harus senantiasa memperbarui iman, kemudian menentukan sasaran, tujuan, dan langkah. Kekuatan pertama bagi seorang Muslim adalah iman, buah dari iman adalah kesatuan, dan konsekuensi dari kesatuan adalah kemenangan yang gilang-gemilang.

Sekarang ini, banyak sekali permasalahan yang melanda negeri ini. Tidak ada jalan keluar dari semua permasalahan ini kecuali Islam dimana pemudalah pembawa lenteranya. Di atas jalan ini kita dapat memecahkan persoalan hidup yang pelik, yang tidak dapat dipecahkan oleh sistem nilai manapun. Bahkan seorang non-Muslim, Bernard S. berkata:

“Alangkah butuhnya dunia ini kepada seorang seperti Muhammad, yang dapat memecahkan berbagai persoalan pelik sembari meneguk secangkir kopi”.

Di dunia ini, tiada ideologi yang dapat menandingi apa-apa yang dibutuhkan oleh umat yang bangkit, menyangkut sistem perundang-undangan, kaidah-kaidah hukum, kelemah-lembutan, perasaan, dan kepekaan moral melebihi yang diberikan Islam. Al-Qur’an menawarkan penyelesaian terhadap berbagai persoalan, dengan jelas dan rinci. Karena Islam sebagai agama Rahmatal lil ‘Alamin, rahmat bagi seluruh alam.

Ummat yang bangkit membutuhkan cita-cita luhur. Al-Qur’an telah memberikan jawaban untuk memenuhi tuntutan cita-cita itu, dengan metodologi yang mampu mengubah ummat yang statis menjadi dinamis, penuh semangat untuk meraih cita-cita, dan memiliki tekad yang kuat untuk membangun dirinya. Karena dalam Islam, menjadikan sifat putus asa sebagai jalan menuju kekufuran dan merupakan salah satu fenomena kesesatan.

Janganlah berputus asa atas rahmat Allah. Sungguh, tiada orang yang berputus asa atas rahmat Allah, kecuali orang yang kafir”. (QS : Yusuf : 87)

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Ali Imran: 139).

Ummat yang bangkit akan bangga terhadap bangsanya. Bangga sebagai ummat yang utama dan mulia yang memiliki berbagai keistimewaan, sehingga kebanggan ini akan tertanam pula dalam jiwa generasi penerusnya. Dengan kebanggaan ini mereka siap mempertahankan kehormatannya meski dengan mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa. Mereka siap berkarya nyata demi kejayaan tanah airnya. Mestinya kita sebagai pemuda muslim yang paling pantas untuk mempersembahkan pengorbanan dalam rangka mempertahankan kehormatan yang robbani ini. Kinilah saatnya mahasiswa muslim menjadi motor penggerak dan pelopor kebangkitan bangsa. Dimulai dengan serius menimba ilmu, mengentalkan Islam dalam hati, dan buktikan dengan amalan terbaik. Allahu Akbar !!!.

REFERENSI

Hasan Al-Bana. 2005. Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin 1 Cetakan ke-13 (Terj). Solo: Era Intermedia

Kusumah, Indra. 2008. Risalah Pergerakan Mahasiswa. Bandung : Indydec Press.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s